Siswa Dibebani 800 Ribu untuk Pembangunan WC, Para Wali Murid SMKN Bantarkalong Menjerit

- 13 Mei 2024, 19:00 WIB
Tampak gerbang masuk ke SMKN Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya.
Tampak gerbang masuk ke SMKN Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya. /Iwa Ahmad Sungakwa/

KABAR SINGAPARNA - Wali murid kelas X SMKN Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, merasa keberatan dengan adanya pungutan biaya dengan dalih sumbangan pembangunan WC (Water Closet) sebesar Rp 800.000 yang dibebankan kepada setiap siswa.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, biaya sumbangan untuk pembangunan WC atau toilet terasa sangat memberatkan para orang tua. Terlebih anaknya akan naik ke kelas XI otomatis akan banyak pengeluaran.

"Namun anehnya kenapa harus nilainya sudah ditentukan uang yang harus disumbangkan. Padahal kalau namanya sumbangan itu tidak ditentukan nominalnya, apalagi tidak semua orang tua mampu," jelas dia, Senin 13 Mei 2024.

Baca Juga: Raih Juara 1 Kriya FLS2N, SMKN Bantarkalong Akan Mewakili Tasikmalaya Melaju ke Tingkat Provinsi

Dikatakan dia, waktu rapat hari Kamis 29 Febuari 2024, para orang tua siswa mengaku ada yang janggal ketika Ketua Komitenya tidak ikut hadir. Sebab yang hadir dari Komite hanya dua orang ditambah dari pihak sekolah.

Awalnya Komite menawarkan 3 pilihan untuk biaya sumbangan pembangunan WC tersebut, yakni sebesar Rp 1.000.000, kemudian Rp 800.00 dan Rp 500.000 per siswa.

Namun hasil dari poling yang diadakan kala itu, untuk pembangunan WC jatuh ditentukan sebesar Rp 800.000 dan untuk pembayarannya bisa dicicil sampai nanti kelas XII.

"Padahal kalau menurut kami sumbangan itu sifatnya tidak ditetapkan nominalnya. Sebab kalau sumbangan itu semampu atau seikhlasnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN Bantarkalong, Ujang Mulyana, ketika di temui Kabar Singaparna menjelaskan, jika memang dirinya dan 4 orang komite lain tidak hadir dalam rapat yang digelar tersebut. Hal itu karena ia menilai Pergub-nya masih abu-abu, meskipun itu judulnya sumbangan.

"Jadi saya tidak tahu menahu tentang apa saja yang dibahas dan hasil dari rapat tersebut. Karena sampai hari ini pun, belum ada laporan hasil dari rapat tersebut. Jadi tanyakan saja langsung ke Komite dan pihak sekolah yang hadir pada saat itu," jelasnya.

Halaman:

Editor: Aris M Fitrian


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah