Dukung Desa Tangguh Bencana, Desa Pasir Batang Manonjaya Dilatih Swamedikasi Penyakit Saluran Pencernaan

- 19 Oktober 2023, 20:21 WIB
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melakukan pengabdian masyarakat di Kecamatan Manonjaya.
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melakukan pengabdian masyarakat di Kecamatan Manonjaya. /Dok Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya/

KABAR SINGAPARNA - Berdasarkan buku pedoman perbekalan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan di saat bencana tahun 2002, bahwa jenis penyakit saluran pencernaan sering muncul pada situasi bencana, terutama pasca bencana. Hal itu seperti kemunculan penyakit gastritis (maag) dan diare yang menimpa para koban bencana.

Salah satu wilayah yang beresiko terdampak bencana di Kabupaten Tasikmalaya yakni di Kecamatan Manonjaya. Hal ini diperkuat dengan data 10 besar penyakit yang ditangani Puskesmas desa di Kecamatan Manonjaya. Dimana pada tahun 2020 dispepsia atau gangguan pencernaan menduduki peringkat ke 2 total jumlah 2.414 kasus di PKM Manonjaya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat, sebanyak 329 bencana alam terjadi di Kabupaten Tasikmalaya selama kurun waktu awal Januari sampai pertengahan Desember 2021.

Baca Juga: Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Pada Pemilu 2024, KPU Kota Tasikmalaya Gelar Sosialisasi di Mall

Sementara Data kejadian bencana alam di Kecamatan Manonjaya tahun 2020 yang tercantum dalam BPS, Pendataan Potensi Desa (Podes) 2020 adalah gempa bumi, tanah longsor, kekeringan kebakaran hutan, dan anging puting beliung.

Mengacu pada data pendataan potensi desa (Podes) 2022, keberadaan fasilitas mitigasi bencana di Kecamatan Manonjaya masih minim. Dimana kelengkapan keselamatan atau disebut Safety Equipment dari 12 desa, hanya 1 desa yang sudah punya.

Bencana yang diikuti dengan pengungsian berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang sebenarnya diawali oleh masalah bidang/sektor lain.

Dimana bencana gempa bumi, banjir, longsor dan letusan gunung merapi, dalam jangka pendek dapat berdampak pada korban meninggal, korban cedera hebat yang memerlukan perawatan intensif, peningkatan risiko penyakit menular, kerusakan fasilitas kesehatan dan sistem penyediaan air.

Mengantisipasi hal tersebut, maka Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya telah melakukan pengabdian masyarakat di Kecamatan Manonjaya. Hal ini berupa Pelatihan yang digagas oleh Dosen dan Mahasiswa. Dengan Ketua Tim, Eva Dania, M.Si., Apt, Anggota Nunung Yulia, M.Si, Apt, Putri Damayanti. Serta mahasiswa, Yeni Soleha dan Irfan.

Halaman:

Editor: Aris M Fitrian


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah